Tempat ini, sungai yang begitu tenang, ditemani bintang yang mulai terlihat ramai diatas sana. Helaan nafas menyatu padu dengan sepoian angin yang sangat sendu di malam hari. Sesekali suara roda sepedah terdengar, mungkin itu seorang siswa, atau mahasiswa dan bahkan mungkin pekerja yang baru pulang.

Aku masih disini, di tempat ini, sungai dengan segala kenangan dan pelepas penat kepalaku yang menumpuk.

Ting!

Suara notifikasi itu selalu mengganggu acara santai ku. Dalam pejamku, terdengar suara langkah yang tampak mendekati posisi diri ini.

“Leo, kita harus kembali ke dorm, akan bahaya jika terlalu lama disini, nampaknya sudah ada beberapa paparazzi disini”

Itu ternyata manajerku, aku ditemaninya. Helaan nafas beratku beriringan dengan terbukanya sepasang kelopak yang tadi terpejam nyaman.

“Tidak bisakah mereka diam sejenak? Apakah notifikasi tadi dari kantor kak?” Aku bertanya dengan pandangan yang tertuju ke arah air sungai yang membentang itu.

“Bukan, karel sedari tadi menelpon dirimu tapi tidak kamu, dan mengirimkan banyak pesan pun sama, dan akhirnya dia tahu kalau kamu bersamaku”

Lelaki itu, yang sekarang sudah menginjak 10 tahun kenal dan dekat denganku. Senyumku terukir perlahan, karel selalu seperti ini, dia selalu khawatir terlebih dahulu dibandingkan siapapun jika aku tak ada kabar barang satu menit pun.

Aku beranjak dari duduk nyaman ku itu, ku lihat manajerku hanya menahan helaan nafas, seolah paham akan apa maksud Karel sampai mengirimkan pesan kepadanya. Namun, itu hanya asumsi dia saja, kalian pun sama akan berpikiran seperti dia? Kalau aku jamin, karel hanya membombardir notifikasi ku hanya untuk meminjam beberapa aksesoris yang aku punya, atau mungkin dia ingin bertanya mengenai rekomendasi mesin styler.

“Anak-anak sudah ke dorm masing-masing kah kak?”

Manajer fokus menyetir dan mengangguk kecil sebagai jawaban Ya atas pertanyaanku itu. Aku kembali melirik handphone ku, yang beberapa menit lalu aku tinggalkan dan tidak ku sentuh sama sekali.

Karel: aku tadi mampir ke minimarket, ternyata sosis favorit mu masih ada. Jadi ku beli, dan sempat ku hangatkan juga

Karel: aku tunggu di dorm mu yaa kakKarel: kamu kemana sih?

Karel: bahkan niko dan nova pun tidak tau kamu dimana kak

Karel: berapa lama lagi ini roomchat menjadi seimbang?

Karel: astaga sosis mu kembali menjadi beku seperti batu kak

Karel: aku tidak bercanda, sudah 6 kali ku telpon loh kak

Karel: lihat saja apa yang akan ku perbuat di dalam kamar mu kak